Rabu, 02 Maret 2011

Dok Kapal

DOK KAPAL
1. PENDAHULUAN
Kapal adalah sarana transportasi laut yang sangat dibutuhkan banyak manusia, baik untuk mengantar barang maupun manusia itu sendiri. Negara Indonesia yang terdiri dari kepulauan, karena itu untuk mencapai pulau yang satu ke pulau yang lain maka dibutuhkanlah kapal sebagai wujud sarana transportasi tersebut.
Kepulauan Indonesia, berdasarkan situasi geografis yang unik, yang luar biasa potensi besar kekayaan laut. Aksesibilitas dari sistem transportasi laut yang memadai, menjadi kebutuhan vital dalam eksploitasi alam. Setelah mempertimbangkan kekurangan layanan laut pada waktu itu, PT. Jasa Marina Indah, dikenal sebagai JMI, didirikan pada bulan Februari 1977. Pembentukan bertujuan untuk JMI adalah aspek tertentu transportasi laut Indonesia, yang terlibat dalam rekayasa kapal, galangan kapal terpadu dan docking serta perbaikan kapal. Untuk menunjang sarana yang dibutuhkan manusia Indonesia yaitu galangan-galangan kapal sebagai produk pembuatan kapal maupun reparasi kapal.

2. SISTEMATIKA UMUM PROSES PENGEDOKAN
Sistematika umumnya dapat dijelaskan melalui item-item sebagai berikut :
 Pemilik kapal ( Owner ) akan menghubungi galangan untuk meminta perbaikan kapalnya yang sedang berlayar.
 Kemudian memprosesnya berdasarkan data-data yang diberikan oleh owner ( dijelaskan lanjut pada proses pengedokan )
 Kemudian dilakukan langkah sebagai berikut :
a. Docking space e. Contract
b. Repair List f. Dock regulation
c. Calculation g. Draft Bill
d. Pranegotiation h. Final Calculation
Adapun urutan dari kapal yang akan melakukan pengedokan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
1. Persiapan kapal sebelum masuk dock.
2. Persiapan didalam graving dock
3. Memasukkan kapal yang akan direparasi kedalam dock.
4. Penutupan Graving Dock dan memompa air keluar
2. PERSIAPAN KAPAL SEBELUM MASUK DOCK
Sebelum kapal masuk dock maka kapal harus memenuhi persyaratan – persyaratan dan harus melalui proses yang sudah ditentukan. Hal ini dimaksudkan untuk faktor keamanan dan faktor teknis lainnya. Adapun pelaksanaanya adalah sebagai berikut:
a. Kapal harus dalam keadaan tidak ada muatan.
 Pengosongan kapal dari muatan (pada ruang palkah)
 Pengosongan tanki bahan bakar.
 Pengosongan tanki – tanki dari gas beracun (gas free)
b. Mengusahakan kapal dalam keadaan even keel.
Untuk masuk graving dock kapal harus dalam keadaan even keel dan tidak mengalami trim atau oleng. Hal itu dimaksudkan supaya tidak terjadi pemusatan beban hanya pada bagian tertentu saja pada waktu kapal duduk di keel block sehingga tidak terjadi deformasi pada bagian dasar kapal.
Pada umumnya tidak semua kapal secara otomatis dalam kondisi even keel (biasanya mengalami trim pada buritan) yang disebabkan adanya kamar mesin di belakang. Untuk mengatasinya maka bisa dilakukan dengan cara pengaturan ballast sampai kapal berada dalam keadaan even keel. Selain itu peralatan yang menonjol pada kapal juga diatur sebaik mungkin.
c. Menjaga stabilitas kapal dimana kemiringan kapal harus dijaga sekecil mungkin.
3. PERSIAPAN DI DALAM GRAVING DOCK
Sistem yang digunakan untuk pengedokan di PT. Dok & Perkapalan Kodja Bahari (PERSERO) Cab. Semarang ini termasuk sederhana. Namun telah dilengkapi dengan stop block-stop block yang terdiri side block dan keel block. Hanya saja side block dan keel block ini tidak ditempatkan di atas lory tetapi langsung pada dasar graving dock.
Pengaturan peletakan balok – balok didasarkan pada docking plan, dan apabila docking plan tidak ada atau hilang maka dapat diberikan data gambar, data gambar tersebut antara lain :
a. Gambar lines plan.
b. Gambar general arrangement.
c. Gambar konstruksi profil.
d. Gambar penampang melintang.
e. Gambar tank arrangement.

Gambar 1.1. Keel block permanen pada graving dock

Dari gambar diatas maka dapat diketahui posisi sekat melintang dan memanjang, wrang penumpu, penguat gading dan sebagainya, untuk penempatan keel block dan side block diusahakan tepat dibawah konstruksi yang terdapat pada kapal yang akan direparasi, biasanya aturan pada konstruksi yaitu setiap 4 – 5 jarak gading. Untuk daerah yang dekat dengan sepatu linggi maka jarak keel block dan side block haruslah dipersempit untuk mencegah deformasi. Sedangkan untuk kapal besar, pada daerah pararel middle body untuk side blocknya dipasang lebih banyak supaya berat kapal dapat terdistribusi merata. Pada kapal – kapal yang memiliki rise of floor maka penempatan side block diatas ketinggiannya sesuai dengan bentuk body plannya.

4. MEMASUKAN KAPAL PADA GRAVING DOCK.
Setelah pengaturan keel blok dan side block maka dock mulai diisi dengan membuka kran induk pada pintu graving dock.. Pada pengisian dock diatur besarnya kecepatan aliran yang diperlukan, sehingga tidak menggeser kedudukan block – block yang telah ditata sebelumnya kemudian ditunggu hingga ketinggian air yang masuk, dalam graving dock telah mencapai tinggi permukaan Water Front. Bersamaan dengan itu maka pintu graving dock akan mengapung dengan sendirinya secara perlahan – lahan. Hal ini disebabkan karena pada bagian tengah pintu graving dok terdapat ponton (tanki) yang sudah dikosongkan dari air laut sehingga menimbulkan daya apung pada pintu graving dok itu sendiri. Untuk membuka pintu graving dock bisa menggunakan tenaga manusia yaitu dengan menariknya ke sisi graving dock, diusahakan agar posisi pintu tidak mengganggu pada waktu proses pemasukan kapal yang akan direparasi.
Selanjutnya kapal yang akan direparasi dapat dimasukkan kedalam dock dengan menggunakan bantuan kapal tunda dan capstan yang dipasang didepan dock.
Dalam proses pengedokan seluruh aktivitas tersebut dipimpin oleh ( dibawah koordinasi ) kepala bagian dock/ dok master beserta staf / karyawan bagian dock. Pengkordinasian di bagi menjadi beberapa bagian yaitu :
 Pada kapal yang akan direparasi, bertugas untuk mengatur tali – tali pada kapal dengan menggunakan winch lass.
 Pada dok, bertugas untuk mengatur tali – tali yang ditambatkan pada bolder serta memberikan arahan agar kapal berada pada posisi yang diinginkan (dibawah koordinasi dok master).
 Pada kapal tunda, dengan arahan dari dok master bertugas mendorong kapal yang akan direparasi ke dalam graving dok.
Setelah kapal masuk maka dilanjutkan dengan melihat atau mengetahui apakah kapal telah menempati pada bagian – bagian keel block dan side blocknya masing – masing. Untuk mengetahui kedudukan tersebut yaitu dengan melihat tanda – tanda yang ada pada dinding block dimana pada sisi kapal dipasang kayu sebagai tanda (strut) yang panjangnya telah ditentukan selain itu dilakukan juga dengan penyelaman untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Pengaturan kedudukan dari kapal pada side block dan keel block ini tidak hanya sekali namun pengaturannya berulang ulang untuk mendapatkan kedudukan yang tepat dan benar sehingga tidak menimbulkan deformasi.
5. PENUTUPAN GRAVING DOK DAN MEMOMPA AIR KELUAR.
Untuk menutup graving dock maka yang harus dilakukan yaitu mengatur kedudukan pintu dock agar tepat posisinya pada graving dock dengan cara menarik pintu ponton agar tepat menempel pada bibir dock. Pada proses ini agar pintu dock berada tepat pada kedudukannya maka pintu diatur dengan menggunakan bantuan tali yang diikatkan pada kedua ujung pintu dock, lalu menariknya / mengaturnya sampai pintu dock berada tepat pada posisi yang diinginkana, kemudian tali diikatkan kencang pada bolder agar posisi pintu tidak berubah.
Proses selanjutnya adalah membuka kran tangki pada pintu dock sehingga tangki terisi air. Hal itu menyebabkan pintu dock kehilangan daya apung dan mempunyai berat sehingga dapat duduk pada dasar dok serta menutupnya dengan rapat. Setelah dock sudah betul – betul tertutup rapat maka dilakukan pemompaan air keluar dengan menggunakan 4 buah pompa induk yang berkapasitas 1300 m3/ jam.
Adapun faktor dari pintu dapat tertutup rapat adalah dikarenakan adanya tekanan air laut yang lebih besar dibandingkan tekanan didalam graving dock yang sudah dalam keadaan kosong. Selama pemompaan maka kedudukan dari garis penandaan harus selalu dipantau selain itu juga dilakukan penyelaman untuk memastikan kapal tepat duduk pada keel blok dan side blok. Jika dock sudah kering maka dilakukan penambalan pada celah-celah pintu sehingga air laut yang masuk akibat kebocoran dapat ditekan seminimal mungkin.

6. MENGELUARKAN KAPAL DARI GRAVING DOCK.
Setelah pekerjaan reparasi telah selesai direpair maka tahapan selanjutnya adalah mengeluarkan kapal dari Graving dock. Pada prinsipnya hampir sama dengan cara memasukkan kapal. Pertama-pertama adalah mengisi graving dengan air dengan cara membuka valve / kran air yang ada pada pintu graving, namun sebelum air itu dimasukkan ke dalam dok, terlebih dahulu periksa tangki-tangki ballast yang ada di kapal pastikan semuanya kembali seperti semula saat kapal masuk, dan jika permukaan air yang ada di dalam pintu graving sudah sama dengan di luar maka pintu dibuka dan kapal dikeluarkan dengan cara ditarik dengan tug boat. Biasanya pengedockan digalangan sering menggunakan system graving dock karena selain lebih aman pada waktu proses pengedokan kapal, biaya pemeliharaan relatif kecil, umur pemakaian juga lama, peralatan lebih sederhana dan sedikit, tetapi pada pembangunan graving dock ini harus mempertimbangkan lingkungan di sekitarnya karena keadaan tanah harus benar-benar baik / tidak labil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...